memasak

Mengenal Cooking Burnout, Sindrom yang Merebak di Era Pandemi

Di awal masa karantina, aktivitas memasak mungkin menjadi pelepas stress bagi sebagian orang. Mereka yang biasanya tak memiliki waktu untuk berkutat di dapur karena kesibukan yang segudang, kini memiliki kesempatan untuk memasak dan mencoba berbagai resep menarik. Tak sedikit masyarakat yang kemudian jatuh cinta dengan aktivitas masak memasak karena prosesnya sendiri cukup healing dan membuat Anda lebih fokus pada hal-hal positif.

Hanya saja, sebuah penelitian kemudian membuktikan bahwa ada sebuah fenomena yang disebut sebagai cooking burnout. Perasaan lelah, bosan, malas untuk memasak kini mulai marak ditemui, terutama di era pandemi. Mengutip Huffington Post, psikolog Cary Cherniss mengungkapkan bahwa cooking burnout ini banyak menimpa para ibu rumah tangga dan juga masyarakat luas yang dulu menikmati proses meamasak. Tak hanya malas, mereka juga merasakan kehilangan minat dan mengalami kesulitan untuk memotivasi diri.

Sedikit banyak, pandemi memang meningkatkan risiko burnout, termasuk dalam aktivitas memasak. Ketidakpastian, keharusan dalam melakukan sesuatu yang sama setiap harinya, serta perasaan terkungkung di rumah menjadi alasan mengapa burnout ini bisa muncul. Alhasil, banyak masyarakat yang merasa lelah secara fisik dan psikis, kemudian berdampak pada aktivitas yang dulu dinikmati.

Jika Anda memang mengalami masalah ini, sebetulnya ada cukup banyak cara yang bisa dicoba untuk mengatasinya, seperti:

  1. Cari hiburan. Menemukan hiburan saat memasak bisa menjadi distraksi yang cukup ampuh. Misalnya saja memasang musik favorit, mencoba resep yang selama ini ingin dicoba, atau mencari suasana baru sebagai tempat memasak—contohnya seperti menyiangi sayuran di halaman, misalnya. Siapa tahu dengan begitu perasaan Anda akan jauh lebih baik.
  2. Istirahat sejenak. Jika memungkinkan, Anda bisa ‘berjarak’ sejenak dari aktivitas memasak yang kini tak Anda sukai. Pesan makanan secara online atau membiarkan anggota keluarga lain untuk memasak bisa menjadi opsi yang dipilih. Dengan demikian, Anda bisa mengistirahatkan diri sebentar sebelum mulai memasak lagi.
  3. Coba menu baru. Seperti yang sudah disinggung di poin satu, variasi menu baru sedikit banyak juga bisa memengaruhi suasana hati Anda. Alih-alih memasak menu yang sama setiap hari dan membuat Anda bosan, mengapa tak men-challenge diri Anda untuk mencoba menu yang unik dan baru?

Tiga hal di atas memang terdengar sederhana, untuk itu tak ada salahnya dicoba demi mengatasi cooking burnout yang dirasa. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *