tidur

Yuk, Kenali Berbagai Fase dalam Tidur!

Tahukah kamu bahwa saat tidur, ternyata kamu sebenarnya mengalami 2 fase sebelum benar-benar tidur terlelap?Fase ini berkaitan erat dengan kondisi fisik dan psikologismu. Namun, karena berlangsung secara singkat dan tidak terlihat jelas perpindahan fasenya, jadi sangat wajar jika kamu tidak menyadarinya. Fase ini bersifat siiklus di mana setelah sampai pada stage terakhir maka akan berulang kembali ke stage awal. Dan dalam satu malam, siklus ini bisa berulang hingga 4 atau 5 kali.

Nah, supaya gak penasaran, yuk langsung saja kita membahas fase dalam tidur yang diambil dari situs healthline.

NREM (Non-Rapid Eye Movements)

NREM merupakan fase awal dalam tidur dan terdapat 3 stage di dalamnya, yaitu:

  • Stage 1

Pada stage ini kamu mulai melakukan transisi dari terjaga ke stage awal tidur dan hanya berlangsung selama beberapa menit. Saat kamu terbangun ketika masih berada di stage ini, kamu bahkan mungkin merasa belum benar-benar tidur. Beberapa hal yang terjadi pada stage ini yaitu:

  1. mata bergerak lambat
  2. otot mulai relaks
  3. detak jantung dan napas melambat
  • Stage 2

Stage ini merupakan tahapan paling panjaang dan bisa menghabiskan waktu sekitar 15 menit, merupakan transisi dari tidur ringan pada stage 1 menuju tidur nyenyak. Saat masih berada di stage ini, kamu masih bisa dengan mudah dibangunkan. Beberapa hal yang terjadi pada stage ini yaitu:

  1. detak jantung dan napas semakin melambat
  2. suhu tubuh menurun
  3. mulai tidak ada pergerakan mata
  4. sleep spindles
  • Stage 3

Ini merupakan stage terakhir pada fase NREM dan ketika memasuki stage ini, kamu sudah masuk ke dalam tahapan tidur yang dalam. Kamu juga akan sulit dibangunkan ketika tidur sedang berada pada stage 4 ini. Pada stage ini, tubuh akan mulai bekerja melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan tubuhmu. Beberapa hal yang terjadi pada stage ini adalah:

  1. detak jantung dan napas berada pada level paling lambat
  2. tidak ada gerakan mata
  3. seluruh tubuh relaks sepenuhnya
  4.  terjadinya regenerasi sel
  5. imunitas tubuh menguat

Pada penderita gangguan tidur night terror, umumnya terjadi ketika tidur berada pada fase NREM. Itulah mengapa biasanya akan sulit untuk disadarkan atau dibangunkan dan akan melupakan apa yang terjadi selama night terror berlangsung.

REM (Rapid Eye Movement)

Fase ini sering juga disebut sebagai fase “bermimpi” karena memang mimpi dalam tidur biasanya akan datang ketika berada dalam fase ini. Baik mimpi yang menyenangkan maupun mimpi buruk. Pada siklus pertama, fase ini bisa berlangsung sekitar 10 menit dan akan terus semakin lama dengan bertambahnya jumlah siklus. Hal yang terjadi selama fase ini yaitu:

  1. gerakan mata cepat
  2. otot pada tubuh melumpuh sementara
  3. aktivitas otak menajam
  4. pernapasan dan detak jantung akan bervariasi

Karena pada fase ini kamu akan bermimpi, maka orang yang memiliki masalah psikologis seringkali mengalami mimpi seram atau mimpi buruk ketika tidur memasuki fase ini. Namun, mimpi tersebut akan tetap diingat ketika sudah terbangun. Selain itu, sleep paralysis atau yang sering dikenal dengan “kettindihan” juga umumnya terjadi ketika kamu berada dalam tidur di fase ini. Sebab, otot akan melumpuh sementara dan ketika kamu terbangun tiba-tiba, otak belum siap mengirimkan sinyal perintah sehingga kamu tidak bisa bergerak sama sekali.

Leave a Comment

Your email address will not be published.