menulis

UX Writer dan Copywriter, Apa Saja ya Bedanya?

Menentukan karir yang diinginkan sebenarnya bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara mendadak. Alasannya, ada cukup banyak jenis karir yang membutuhkan skill khusus sehingga jenjang pendidikan yang kamu pilih juga harus sesuai dengan tujuan karirmu tersebut. Misalnya saja seorang dokter yang tidak mungkin bisa memiliki profesi tersebut tanpa adanya pendidikan khusus.

Untuk kamu yang sampai saat ini masih bingung menentukan karirmu, sebenarnya tidak ada kata terlambat. Apalagi jika karir yang kamu tuju berkaitan dengan dunia IT. Kamu bisa mengunjungi https://jayjay.co/tujuan-karir untuk membantumu menentukan tujuan karirmu.

Namun, jika kamu adalah orang yang kreatif dan suka menulis, mungkin saja karir ini cocok untukmu, yaitu UX Writer dan copywriter. Hmm, mungkin saat ini kamu bertanya, “memangnya keduanya berbeda?”. Hal yang wajar memang, karena kedua karir ini memang tampak mirip sehingga banyak orang yang menganggapnya sama. Agar kamu tidak salah lagi, yuk kenali perbedaan kedua karir tersebut!

Perbedaan Fokus dan Tujuan

Copywriter lebih fokus pada menarik perhatian pembaca untuk melakukan aksi pembelian produk. Sementara UX Writer lebih fokus pada pengguna produk agar memahami aplikasi yang digunakan dan memberikan panduan yang dibutuhkan. Copywriter akan membuat tulisan yang dapat membuat pembaca mengunduh dan menginstal sebuah aplikasi. Selanjutnya, UX Writer yang akan bertanggung jawab menjaga pengguna aplikasi agar bertahan menggunakannya dengan memberikan arahan dengan kalimat yang mudah dipahami.

Tim yang Bekerjasama

Karena berfokus pada penjualan, maka Copywriter akan bekerjasama dengan tim penjualan untuk sama-sama berusaha meningkatkan penjualan produk. Sementara UX Writer akan bekerjasama dengan UI Designer untuk membuat aplikasi menjadi mudah dipahami dan digunakan oleh user.

Panjang Kata

Copywriter bisa menulis kalimat pendek maupun panjang, sselama bisa menarik perhatian orang yang membacanya. Misalnya seperti tagline, slogan, dan sebagainya. Sementara UX Writer akan menggunakan kalimat yang singkat tetapi harus mampu dipahami oleh orang yang membaca.

Contoh Penggunaan

Copywriter bisa diterapkan pada banyak hal, baik online maupun offline. Misalnya saja seperti cetakan selebaran, email marketing, blog post, dan sebagainya. Sementara UX Writer terbatas pada aplikasi dan juga website. Misalnya pada button pendaftaran, pesan error, transaksi berhasil, dan sebagainya.

Meskipun keduanya berbeda, tetapi jika kamu saat ini adalah seorang Copywriter dan tertarik menjadi UX Writer, kamu tetap bisa melakukannya. Kamu bisa coba mengunjungi https://jayjay.co/ux-writer-pelajari-definisi-kualifikasi-dan-jenjang-kariernya untuk lebih memahami seputar karir UX Writer.

Selain karir sebagai UX Writer, di situs ini kamu juga bisa mempelajari berbagai karir lain yang berkaitan dengan dunia IT. Yuk, cek websitenya sekarang dan temukan tujuan karirmu yang sebenarnya!

Leave a Comment

Your email address will not be published.