atap rumah
Property

Beragam Material Untuk Rangka Atap Rumah

Salah satu manfaat rumah adalah untuk melindungi penghuninya dari panas matahari, hujan, dan dinginnya malam. Namun tentunya, manfaat tersebut tidak bisa tercapai jika ada salah satu bagian rumah mengalami kerusakan. Misalnya ketika kusen UPVC yang digunakan rusak dan pintu tidak bisa ditutup rapat sehingga angin tetap dapat masuk. Namun, jika masalahnya ada pada bagian tersebut, mungkin Anda masih bisa mengatasinya dengan cara mengganjalnya agar pintu tetap dapat tertutup. Sayangnya, hal ini tidak bisa Anda lakukan jika yang bermasalah adalah atap rumah Anda.

Yap, atap merupakan bagian rumah yang sangat penting karena berfungsi untuk melindungi Anda dari bagian atas. Jika bagian ini rusak, misalnya bocor, maka akan sulit untuk memperbaikinya kecuali jika dilakukan oleh orang yang berpengalaman. Lebih parahnya lagi, jika kerusakan yang terjadi cukup fatal hingga membuat atap roboh, tidak hanya membuat rumah tidak bisa melindungi Anda dari cuaca di luar saja, kondisi ini juga tentunya membahayakan penghuni rumah.

Agar hal tersebut tidak terjadi, memerhatikan material yang digunakan untuk pembuatan rangka atap sangatlah penting. Berikut ini adalah beberapa material yang sering digunakan serta kelebihan dan kekurangannya:

  • Kayu

Kayu memang menjadi salah satu material penting dalam pembangunan rumah. Tidak hanya untuk kusen atau pintu saja, kayu juga sering digunakan sebagai rangka atap. Penggunaan material ini sebagai rangka atap sudah dilakukan sejak lama bahkan sebelum ada material lainnya. Salah satu kelebihan penggunaan kayu sebagai rangka atap yaitu bentuknya yang fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, dengan penyusunan yang tepat atap rumah akan tetap terlihat menarik meski tanpa plafon.

Sayangnya, material ini rawan lapuk akibat jamur maupun serangga. Apalagi dengan kualitas kayu saat ini yang bisa dibilang kurang baik, membuat risiko ini semakin cepat terjadi.

  • Beton bertulang

Saat ini cukup banyak rumah dengan konsep minimalis yang mengambil rangka atap dengan material beton. Pemilihan material ini tidak berbeda jauh dengan material kayu, yaitu karena bentuknya yang fleksibel sehingga lebih mudah dibentuk. Bahkan Anda juga bisa membuat atap dengan bentuk beton dengan material ini.

Namun material ini sangat berat sehingga jika Anda memang ingin menggunakannya, Anda harus memastikan bahwa pondasi rumah mampu menahannya. Sebab jika tidak, bisa saja rumah Anda jadi mudah rusak karena tidak kuat menahannya.

  • Baja ringan

Ini merupakan material atap yang cukup banyak digunakan saat ini. Sesuai dengan namanya, material ini ringan sehingga tidak akan membebani pondasi rumah. Selain itu, material ini juga aman dari risiko pelapukkan akibat jamur, lembap, dan serangga. Namun, untuk rumah yang menggunakan rangka ini wajib untuk memasang plafon karena dari segi tampilan, rangka ini tidak terlihat menarik.

Setelah membaca penjelasan di atas, rangka dari material apa yang Anda pilih untuk rumah Anda? (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *