merawat pasien di rumah
Health

Amankah Merawat Pasien di Rumah dan Bukan Rumah Sakit?

Ada cukup banyak alasan yang membuat seseorang lebih memilih dirawat di rumah daripada di rumah sakit. Bahkan beberapa di antaranya sampai membeli bed pasien untuk di rumah karena bed khusus ini dianggap lebih mendukung kebutuhan pasien. Misalnya dengan fasilitasnya yang bisa diatur sudut sandarannya, memiliki pengaman pada bagian kanan dan kiri tempat tidur, dan sebagainya.

Melakukan perawatan di rumah memang jauh lebih menyenangkan daripada di rumah sakit. Sebab, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah biaya yang pastinya tidaklah murah. Namun, seberapa amankah merawat pasien di rumah? Bukankah di rumah sakit lebih baik karena bisa mendapat perawatan maksimal dengan tersedianya tenaga ahli serta peralatan medis yang lengkap?

Sebenarnya merawat pasien yang masih dalam kondisi sakit di rumah boleh saja dilakukan dan bisa memberikan dampak positif pada pasien, salah satunya yaitu pada psikologis pasien. Bagi pasien dengan kondisi keuangan terbatas akan bisa merasa tenang karena tidak perlu tertekan memikirkan biaya rumah sakit yang harus dibayarnya. Selain itu, suasana rumah yang familiar dan membuat mereka nyaman akan baik untuk menunjang kesembuhan pasien. Ditambah lagi dengan kehadiran orang-orang tersayang yang memberikan perhatian setiap harinya sehingga bisa memberikan kebahagiaan pada pasien. Hal ini akan sangat memengaruhi proses penyembuhan pasien.

Namun, ada beberapa kondisi pasien yang sebaiknya tidak dilakukan perawatan di rumah, antara lain:

  • Pasien yang membutuhkan perawatan khusus di ruang isolaasi karena risiko menularkan penyakit.
  • Pasien yang membutuhkan peralatan khusus untuk menunjang kesehatannya (kecuali jika pihak keluarga bisa menyediakan peralatan ini di rumah, baik membelinya ataupun menyewa).
  • Pasien dengan kondisi kritis sehingga membutuhkan perawatan intensif dari tenaga ahli selama 24 jam (kecuali jika keluarga menyewa tenaga ahli seperti perawat untuk menangani pasien selama dirawat di rumah).

Selain itu, pastikan Anda mengonsultasikan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu pada dokter yang menangani mengenai rencana untuk melanjutkan perawatan di rumah. Jika memungkinkan, maka dokter akan mengizinkan dan memberikan beberapa informasi penting seputar pasien pada pihak keluarga. Selain itu, dokter juga akan menginformasikan jika kondisi pasien membutuhkan layanan perawat di rumah untuk membantu memonitor kesehatannya. Namun jika sebenarnya kondisinya tidak atau belum memungkinkan, maka dokter akan berusaha mencegah. Seandainya pihak keluarga tetap memaksa, maka biasanya akan ada surat keterangan yang harus ditandatangani pasien atau pihak keluarga yang menyatakan bahwa risiko yang terjadi setelah pulang sudah di luar tanggung jawab rumah sakit. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *