Pahami Pengembalian dan Risiko Dalam Berinvestasi

Siapa sih yang tidak mau bisa hidup tenang di masa tua tanpa perlu khawatir mengenai masalah biaya? Pastinya semua orang ingin merasakannya. Hal inilah yang menjadi alasan semakin banyak orang yang mulai tertarik untuk berinvestasi. Bahkan meskipun mereka belum terlalu paham dengan Cara Investasi Reksa Dana sekalipun, mereka tetap tertarik untuk melakukan investasi. Apalagi saat ini sudah banyak investasi yang tidak membutuhkan modal besar, sehingga sangat mempermudah.

investasi, risiko, dan pengembalian
Source: tradejini

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi, setidaknya ada 2 hal penting yang harus kamu pahami, yaitu mengenai pengembalian (return) dan risiko (risk). Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasannya:

  • Pengembalian (return)

Setiap orang yang berinvestasi jelas mengharapkan pengembalian atau return. Pengembalian adalah keuntungan yang akan didapatkan oleh seorang investor dimasa mendatang dari hasil investasinya. Namun pengembalian ini akan dikatakan menguntungkan, jika yang diterimanya lebih dari nilai yang diinvestasikan. Tidak hanya itu saja, jumlahnya juga harus sesuai dengan inflasi (kenaikan harga barang-barang). Ada dua jenis pengembalian, yaitu:

  1. Pengembalian yang diharapkan
  2. Pengembalian yang sebenarnya
  • Risiko (risk)

Risiko adalah potensi kerugian yang mungkin terjadi ketika hasil pengembalian tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ini adalah hal yang pasti selalu ada dalam investasi, tetapi banyak yang sering mengabaikannya terutama investor baru yang belum benar-benar paham investasi. Mereka cenderung berkonsentrasi pada pengembalian yang akan diterima tanpa memperhitungkan risiko. Namun untuk investor yang sudah bermain lama dibidang investasi, pastilah sudah mempertimbangkan hal ini saat ingin berinvestasi.

Dilihat dari jenis risikonya, investor bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Agresif: Investor yang berani mengambil risiko besar untuk mendapatkan keunttungan besar
  2. Moderat: Investor yang mencari investasi dengan tingkat risiko dan pengembalian yang seimbang
  3. Konservatif: Investor yang takut untuk mengambil risiko dan memilih investasi yang aman meskipun pengembaliannya kecil

Memahami pengembalian dan risiko dalam investasi sangatlah penting, untuk menghindarkan kamu dari kemungkinan menjadi korban investasi bodong. Sebab investasi seperti ini umumnya akan menekankan pengembalian dibandingkan dengan risiko, untuk menarik minat para investor. Untuk itu, sebagai nasabah kamu harus memahami seluk beluk tentang investasi, terutama memahami mengenai perbedaan reksa dana dan unit link. Semoga bermanfaat, ya! (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *