Siklus menstruasi setiap perempuan itu berbeda-beda. Ada yang menstruasi setiap 21 hari sekali, namun ada juga yang menstruasi di atas 35 hari sekali. Proses alami ini berlangsung karena “kinerja” tiga organ tubuh: otak, indung telur (ovarium), dan rahim yang memberi dan menangkap sinyal hingga menghasilkan darah menstruasi. Jika salah satunya bermasalah, gangguan darah menstruasi sangat mungkin terjadi.
Memang apa saja, sih, contoh gangguan darah menstruasi itu? Berikut penjelasannya!
Darah menggumpal
Darah menggumpal terjadi sebagai reaksi alami tubuh untuk menghentikan pendarahan dalam rahim saat menstruasi. Jika berlangsung lebih dari 7 hari atau berukuran lebih dari 2,5 cm, darah menstruasi yang menggumpal mungkin menandakan kondisi medis serius lain, seperti endometriosis, miom, atau kanker.
Darah keluar sangat banyak
Darah keluar sangat banyak atau menoragia dapat ditandai dengan penggunaan pembalut daun sirih sebanyak lebih dari 5 pembalut per hari atau durasi menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari. Gumpalan darah yang terlalu besar juga bisa menjadi tanda menoragia. Gangguan ini disebabkan oleh penebalan permukaan dinding rahim akibat adanya pertumbuhan tumor jinak di dalam lapisan otot rahim.
Tidak keluar darah menstruasi
Berkebalikan dengan menoragia, amenorea atau tidak menstruasi merupakan kondisi ketika seorang perempuan tidak mengalami menstruasi. Pada remaja perempuan (14-16 tahun), amenorea primer mungkin disebabkan oleh kegagalan atau ketidaknormalan pembentukan rahim atau fungsi organ reproduksi lainnya, sehingga tidak mengalami menarche (menstruasi pertama) yang normal terjadi pada usia 12-13 tahun.
Pada perempuan dewasa, amenorea sekunder terjadi ketika tidak menstruasi selama 3 bulan atau lebih tetapi tidak juga sedang hamil. Gangguan ini banyak disebabkan oleh faktor-faktor yang terjadi pada masa reproduksi, seperti stres, penurunan atau kenaikan berat badan yang terlalu ekstrem, dan lainnya.
Darah menstruasi yang jarang
Darah menstruasi yang jarang atau oligomenorea terjadi ketika seorang perempuan memiliki siklus menstruasi lebih panjang dari 35 hari. Umumnya, mereka yang mengalami oligomenorea hanya akan menstruasi sebanyak 8-9 kali dalam setahun, sehingga mengakibatkan gangguan kesuburan.
Penyebab oligomenorea berbeda-beda, sesuai periode terjadinya. Pada remaja, oligomenorea disebabkan belum terbentuknya komunikasi antara otak dan ovarium. Pada perempuan usia reproduksi, oligomenorea terjadi akibat gangguan hormon. Sementara pada perempuan menopause, oligomenorea terjadi karena penurunan jumlah cadangan sel telur di ovarium.
Itu dia macam-macam gangguan darah menstruasi yang perlu kamu tahu. Kalau ingin tahu lebih banyak lagi seputar menstruasi, gangguan menstruasi, juga kesehatan reproduksi, kamu bisa mengecek akun Instagram Laurier di https://www.instagram.com/laurierid/ yang aktif memberikan edukasi seputar kesehatan reproduksi perempuan, termasuk fakta-fakta seputar pembalut daun sirih. Yuk, dikunjungi!






