hipoglikemia

Tips Mengatasi Hipoglikemia untuk Orang Non-Diabetes

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kandungan glukosa dalam darah seseorang menurun secara tidak normal atau drastis. Situasi ini dapat menimbulkan rasa gemetar, keringat dingin, sakit kepala. Pada kasus-kasus tertentu, bahkan, hipoglikemia bisa membuat seseorang kebingungan atau berhalusinasi. Lantas, apa sih yang menyebabkan kondisi ini? Yuk cari tahu jawabannya serta tips mengatasi hipoglikemia dalam kelanjutan artikel ini!

Penyebab hipoglikemia

Berhubung hipoglikemia berkaitan dengan glukosa dalam darah, kondisi ini tentu sangat erat dengan penderita diabetes—yang merupakan gangguan autoimun glukosa dalam darah. Jadinya, hipoglikemia pada penderita diabetes pasti ada korelasinya dengan kadar insulin tubuh.

Sedangkan bagi orang tanpa diabetes, hipoglikemia dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, minum alkohol yang terlalu banyak, penyakit kritis tertentu, kelaparan yang terlalu lama, ataupun kekurangan hormon.

Tips mengatasi hipoglikemia

Dengan begitu, untuk mengatasi hipoglikemia, individu non-diabetes dapat menerapkan beberapa hal berikut ini:

  • Makan dalam porsi sedikit namun sering. Tips pertama adalah mengatur porsi dan frekuensi makan. Pasalnya, cara ini bisa efektif “membagi” jumlah glukosa dalam darah selama satu hari penuh dan mencegah kamu kehilangan glukosa secara drastis pada waktu-waktu tertentu. Idealnya, kamu makan 5–6 kali sehari dalam porsi kecil, alih-alih 3 kali sehari dalam porsi besar. Namun, jangan lupa untuk mengatur jumlah kalori per porsi makan, ya.
  • Pilih makanan rendah indeks glikemik (IG). Indeks glikemik merujuk pada indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat pada bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Dengan demikian, makanan rendah IG berarti panganan yang tidak membuat gula darah memuncak tinggi dalam waktu cepat. Pada akhirnya, tubuh tidak akan merangsang sekresi insulin secara berlebihan dan menyebabkan reaksi hipoglikemia dalam beberapa jam setelah makan. Adapun contoh makanan rendah IG adalah biji-bijian, sayuran, buah, juga sereal.
  • Memperbanyak konsumsi protein. Tips mengatasi hipoglikemia selanjutnya adalah menambah konsumsi protein dalam setiap porsi makananmu. Sebab, kandungan gizi ini bisa membantu stabilkan kadar gula darah setelah makan. Beberapa contoh sumber protein yang bisa kamu pilih adalah keju, telur, daging ayam, ikan, daging sapi, tahu, kacang-kacangan, juga biji-bijian.

Demikianlah ulasan mengenai tips untuk mengatasi hipoglikemia. Apabila cara-cara di atas masih kurang membantu, kamu dapat melakukan kunjungan ke dokter spesialis penyakit dalam agar mendapatkan pengobatan dari pihak profesional. Semoga membantu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.