Selain mengonsumsi air putih, banyak orang memilih teh tawar atau minuman less sugar setelah menyantap daging atau makanan berlemak untuk membantu menetralkan rasa di mulut. Namun, pertanyaannya: apakah aman bila langsung minum teh setelah makan, terutama setelah menikmati daging? Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Menilik Kandungan Teh dan Daging
Teh mengandung senyawa alami seperti polifenol dan tanin. Kedua senyawa ini dikenal memiliki efek antioksidan dan banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, bersamaan dengan manfaatnya, kedua senyawa ini juga dapat memengaruhi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi tertentu jika dikonsumsi secara bersamaan atau terlalu dekat waktunya.
Sementara itu, daging dikenal kaya akan protein dan juga zat besi. Keduanya memiliki peranan penting bagi tubuh, mulai dari membentuk sel darah merah, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga menjaga stamina. Lalu, apa yang terjadi kalau dua jenis makanan ini dikonsumsi berdekatan, misalnya makan daging lalu langsung minum teh?
Efek dari Minum Teh Setelah Makan Daging
Begitu kamu menyeruput teh segera setelah menyantap daging, tanin dalam teh akan bereaksi dengan zat besi dari makanan. Tanin cenderung “mengikat” zat besi di saluran cerna, sehingga membuatnya sulit diserap oleh tubuh. Akibatnya, meski kamu sudah makan makanan bergizi tinggi, tubuh tidak mendapatkan manfaatnya secara maksimal.
Apabila kebiasaan ini kamu lakukan terus-menerus, lama-kelamaan kadar zat besi dalam tubuhmu bisa menurun. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan untuk membantu membentuk sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Risiko Kekurangan Zat Besi dan Anemia
Ketika tubuh kekurangan zat besi, proses pembentukan sel darah merah jadi terganggu. Inilah yang kemudian bisa memicu anemia defisiensi besi, yaitu kondisi saat tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen. Tanda-tandanya bisa berupa mudah lelah, lesu, wajah pucat, jantung berdebar, hingga sulit berkonsentrasi.
Jadi, kalau kamu sering merasa cepat capek meski pola makan sudah cukup, bisa jadi salah satunya karena kebiasaan minum teh langsung setelah makan, terutama makanan yang kaya zat besi seperti daging, misalnya.
Terhambatnya Proses Pemecahan Protein
Selain zat besi, penelitian dari PMC Study on Polyphenols and Protein Digestibility (2023) juga menunjukkan bahwa polifenol dalam teh dapat mengikat protein dari daging. Akibatnya, enzim pencernaan seperti pepsin dan tripsin jadi lebih sulit memecah protein menjadi asam amino. Nutrisi dari daging yang seharusnya jadi sumber energi dan pembentuk otot, bisa sedikit “terhambat” penyerapannya bila langsung diikuti teh.
Jadi, Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Teh?
Tidak ada larangan khusus untuk minum teh setelah makan, namun sebaiknya perhatikan waktu konsumsinya. Beberapa ahli gizi menyarankan memberi jarak 30 menit hingga 1 jam antara waktu makan dan minum teh, terutama jika makanan yang dikonsumsi kaya akan protein dan zat besi. Tujuannya agar tubuh sempat mencerna dan menyerap zat gizi dengan optimal.
Nah, jadi sudah jelas, ya, minum teh langsung setelah makan daging, bisa berdampak pada kesehatan dan pencernaan. Hal ini disebabkan karena teh mengandung senyawa aktif yang bisa mengganggu penyerapan zat besi dan pencernaan protein. Minum teh setelah makan daging diperbolehkan, asal diberi jeda waktu agar penyerapan zat besi tidak terganggu.
Sebagai opsi, kamu bisa memilih teh tawar dari ITO EN yang memiliki rasa otentik karena terbuat dari daun teh pilihan berkualitas, serta tanpa gula/pemanis buatan, dan 0 kalori,. Namun, jangan lupa untuk atur waktu minumnya agar tidak berdekatan dengan waktu makanmu, ya!
Yuk, #JadiLebihSehat bersama dengan ITO EN. Kalau mau tahu informasi seputar teh, gaya hidup sehat, dan tips menarik lainnya, kamu bisa follow akun media sosial ITO EN Indonesia: Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube.






