Retak dinding

Cara Memperbaiki Dinding yang Retak Halus agar Kembali Mulus

Retakan halus pada dinding adalah hal yang cukup umum, khususnya hunian yang usianya sudah belasan tahun. Cara memperbaiki dinding yang retak halus pun relatif mudah, bahkan bisa Anda kerjakan sendiri di rumah. 

Berbekal dengan teknik yang tepat dan bahan berkualitas, Anda dapat menambal dinding retak kemudian mengecatnya. Dinding akan kembali mulus seperti tidak pernah rusak. 

Agar lebih mudah dalam mengerjakannya, Anda dapat mengikuti panduannya di bawah ini. 

Cara Memperbaiki Dinding yang Retak Halus dengan 5 Langkah Mudah

Kualitas campuran plester yaitu antara semen dan agregat halus yang buruk kerap jadi penyebab utama retak rambut. Namun, perbaikannya tidak selalu harus membongkar plester lama. Ada berbagai penyebab retak halus pada dinding, mulai dari kualitas material plester yang buruk, adanya pergerakan struktur bangunan, hingga kelembapan. 

Perbaikan retak halus tidak harus membongkar plester dan memulainya dari awal. Dengan beberapa langkah sederhana berikut, Anda dapat menambalnya. 

1. Amplas Lapisan Cat di Sekitar Retakan 

Setiap tahapan perbaikan retakan dinding bisa Anda mulai dengan menghapus cat lama untuk memudahkan pengisian retakan. Untuk menghilangkannya Anda bisa menggunakan amplas kasar. Jika sulit, Anda juga bisa mengerik lapisan cat dengan pisau scrape agar lebih cepat. Kerik hanya pada bagian sekitar retakan halus saja supaya tidak kesulitan untuk menyamakan warna dinding. 

2. Bersihkan Debu Bekas Amplas dengan Kain

Selesai mengamplas atau mengerik, Anda bisa membersihkan debu bekas amplasan. Pastikan bagian dalam retakan tidak terdapat debu yang akan memperlambat proses peresapan filler. Anda dapat membersihkan debu amplas dengan kain dan juga kuas untuk bagian dalam retakan. 

3. Persiapkan Dempul atau Filler Dinding

Perbaikan retak rambut dinding bisa Anda lanjutkan dengan mengisinya menggunakan dempul atau filler khusus. Anda juga bisa menggunakan mortar yang fungsinya sebagai bahan perekat bata ringan. 

Perekat ini bisa menjadi filler dengan mencampurkannya bersama air hingga sedikit encer. Setelah itu, isi bagian celah retakan menggunakan pisau scrape dan ratakan. Pastikan tidak ada bagian retakan yang masih kosong karena akan membuat cat dinding menggelembung nantinya. 

4. Tunggu Kering dan Amplas Retakan

Cara memperbaiki dinding yang retak halus yang cukup krusial adalah menunggu filler dinding mengering. Waktu keringnya bisa berbeda-beda tergantung dengan filler yang Anda gunakan, sebaiknya cek waktunya pada kemasan produk. 

Ketika dempul sudah benar-benar kering, Anda dapat melanjutkan dengan pengamplasan. Gunakan amplas dengan grit yang cenderung lebih halus, seperti grit 200 atau 220. Pengamplasan ini penting untuk memastikan retakan tidak lagi berlubang dan menghasilkan permukaan yang halus. Jika masih ada yang kosong, ulangi aplikasi filler, pengeringan, dan pengamplasan kembali.  

5. Cat Kembali Dinding dengan Warna yang Sama 

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah membuat dinding kembali sempurna seperti tidak pernah retak. Anda dapat menggunakan warna cat yang sama seperti bagian lainnya. Campurkan cat dinding dengan air, kemudian kuas tipis terlebih dahulu bagian bekas retakan. Ulangi hingga dua atau tiga kali lapisan selama Anda sudah mendapatkan warna yang seragam. Anda mungkin akan melihat warna sedikit belang ketika masih basah, tapi saat kering warna dinding akan kembali sama. 

Semua langkah ini bisa Anda lakukan pada seluruh bagian retak rambut pada dinding. Supaya tidak berulang kali mengulangi langkahnya, Anda dapat inspeksi terlebih dahulu bagian mana saja yang retak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.