Cain and Abel (2016)

Review JDorama: Cain and Abel (2016)

Pagi-pagi iseng browsing di situs streaming favorit dengan internet rumah, eh ternyata dorama kesukaan yang ditunggu-tunggu subtitle-nya udah ada. Dan langsung sampai episode yang terakhir tayang lagi. Terus, tiba-tiba aja kepikiran mau bikin reviewnya. Jadi, selamat membaca review Cain and Abel 2016.

Dorama ini didasarkan pada cerita Cain dan Abel, yaitu mengenai pertikaian antar saudara. Sang kakak yang selama ini mendapatkan perhatian dari semua orang, dan sang adik yang merasa iri terhadap semua perhatian yang diterima kakak. Jika melihat dari cuplikan ini, akan terkesan si adik adalah tokoh antagonis yah? Awalnya sih aku juga berpikir begitu, tapi setelah menonton dorama ini pemikiranku berubah.

Takada Yu (Yamada Ryousuke) tidak pernah mendapatkan perhatian dari Ayahnya. Selama ini, hanya Takada Ryuichi (Kenta Kiritani) yang merupakan kakak Yu yang selalu mendapatkan perhatian. Ayahnya selalu beranggapan bahwa Ryuichi sebagai anak tertua adalah penerus Takada, karena itulah mendapatkan perlakuan khusus. Saat sudah dewasa dan bekerja, Ryuichi sering kali membantu Yu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Meskipun sebenarnya Yu kurang menyukai cara kakaknya, namun Yu menganggap bantuan kakaknya ini karena rasa sayang Ryuichi padanya. ApalagiCain and Abel (2016), ketika Yu mengetahui gadis yang disukai ternyata adalah pacar kakaknya. Meskipun sedih, Yu tetap mendukung hubungan Ryuichi dengan gadis tersebut, yang bernama Azusa Yahagi (Kana Karashina)

Namun, ketika sebuah masalah besar terjadi pada salah satu project perusahaan Takada, Ryuichi yang merasa tidak mampu dan bingung menyelesaikannya, justru mendapatkan bantuan dari Yu. Setelah ayahnya mengetahui hal ini, ayahnya mulai memberi perhatian lebih pada Yu. Ryuichi yang awalnya merasa adiknya tidak bisa apa-apa mulai merasa bahwa adiknya adalah saingannya. Terlebih, ketika ayahnya mulai membangun sebuah project baru yang sangat besar, dan mempercayakan hal ini pada Yu. Situasi semakin parah, ketika Yu memilih Azusa sebagai partner yang nantinya akan membantu mengerjakan project ini. Kedekatan Yu dengan Azusa, serta kepercayaan ayahnya pada Yu, membuat Ryuichi semakin merasa cemburu dan marah pada Yu.

Oya, untuk para penggemar drama Korea, pasti sudah tahu kalau beberapa tahun yang lalu juga ada drama berjudul sama. Yah, mungkin karena mengambil dasar yang sama, konfliknya nggak berbeda jauh. Paling kisahnya aja yang berbeda. Nah, kita mulai review -nya yah:

Kenapa aku nonton dorama ini? Jelas karena ada Yamada di sana. Hehehe…. Tapi sebenarnya, untuk ceritanya sendiri juga bagus dan alami begitu aja. Dari mulai pertemuan Azusa dengan Yu, lalu bagaimana perubahan sikap kakaknya kepada Yu. Jika mau ditelusuri, sebenarnya kita nggak bisa sepenuhnya menyalahkan sikap Ryuichi pada Yu yang seolah membenci adiknya sendiri. Sebab, bisa dibilang baik Ryuichi maupun Yu adalah korban keadaan.

Bagaimana seseorang yang selama ini dianggap sempurna oleh ayahnya, hingga ayahnya mengabaikan anak keduanya, tiba-tiba harus menerima kenyataan bahwa adiknya mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari ayahnya. Seseorang yang selama ini dianggap tidak bisa apa-apa, ternyata justru menjadi pihak yang menyelamatkannya pada saat Ryuichi terpuruk. Sementara, Yu sendiri yang selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian atau kepercayaan dari siapapun, tiba-tiba diakui kemampuannya oleh sang ayah. Hal ini tentunya membuat Yu merasa sangat bahagia, dan terpacu untuk menunjukan kemampuan terbaiknya pada ayahnya.

Endingnya seperti apa? Silakan menonton sendiri, soalnya sampai sekarang juga dorama ini belum tamat. Hehehe

Untuk ratenya, aku kasih 9,5/10.

*Rating di Jepang terbilang cukup rendah untuk setiap penayangannya, tapi berhubung aku suka banget sama dorama ini jadi aku kasih rate tinggi. 😀

(Vita)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Fenomena Mahjong Ways dan Kontrol Modal Mulai Jadi Perhatian Baru Komunitas Digital
Fresh Insight Drop Mahjong Ways 2 Mengungkap Pola Interaksi Simbol dengan Hasil Lebih Dinamis
Dari Observasi Simbol hingga Big Data, Evolusi Strategi Mahjong Ways Makin Menarik Dicermati
Rasio Kemenangan Bersih Mahjong Ways 2 Mulai Dipelajari lewat Pendekatan Edukatif yang Lebih Jernih
Mahjong Ways Menghadirkan Sistem Analitik Modern dengan Interaksi Adaptif yang Semakin Menarik Dikaji
Fenomena Digital Modern Mahjong Ways 2 Berkaitan dengan Evolusi Sistem Interaktif yang Makin Banyak Dibahas
Market Shift 2026 Mengulas Strategi Manajemen Mahjong Digital dalam Kajian Psikologi Massa Sistem Modern
Computational Shift Alert Mahjong Wins 3 Jadi Sorotan dalam Analisis Distribusi Simbol Berbasis Sistem Modern
Data Observation Shift Mahjong Modern Jadi Fokus Pengamatan Pola dalam Tren Strategi Permainan Masa Kini
Teknik Manual Spin yang Jarang Diulas Dinilai Membantu Menjaga Konsistensi Ritme Mahjong Ways
Momentum Digital Modern Semakin Diperkuat oleh Algoritma Adaptif di Berbagai Platform Interaktif Masa Kini
Teknologi Monitoring Dinamis Membantu Menjaga Stabilitas Ekosistem Platform Digital Generasi Baru
Perbedaan Ritme Spin Mulai Terbaca saat Pemain Membandingkan Setiap Sesi Putaran
Momentum Digital Kian Berperan Penting dalam Strategi Membaca Aktivitas Gaming Modern
Analitik Dinamis Kini Banyak Digunakan untuk Menjawab Tantangan Stabilitas Platform Interaktif Modern
AI Interaktif Kini Mendorong Sistem Gaming Lebih Adaptif dan Kompetitif dalam Industri Game Modern
Infrastruktur Gaming Digital Mulai Berfokus pada Stabilitas Sistem dan Analitik Data Modern AI yang Lebih Terukur
Sistem Data Modern AI dan Monitoring Real Time Mendukung Optimalisasi Aktivitas di Platform Gaming Masa Kini
Cara Menemukan Game AI yang Sedang Ramai lewat Bantuan CS, Komunitas Aktif, dan Tren Pengguna
Teknologi Monitoring Digital Modern AI Membantu Membaca Perubahan Sistem Gaming secara Lebih Akurat dan Responsif