downtime server
Technology

3 Penyebab Downtime Pada Server

Pernahkah Anda dibuat kesal saat tidak bisa mengakses sebuah situs? Atau Anda tidak bisa mengakses data yang sudah Anda simpan di dalam cloud? Jika Anda yang hanya berusaha mengakses untuk urusan pribadi saja merasa kesal, coba bayangkan bagaimana jika yang mengalami adalah sebuah perusahaan besar? Tidak hanya merasa kesal, perusahaan yang gagal mengakses datanya saat dibutuhkan bisa mengalami kerugian besar, apalagi ketika data tersebut berkaitan dengan pihak lain. Itulah sebabnya, banyak perusahaan yang memanfaatkan IBM Storwize Server Indonesia untuk pengelolaan datanya. Sebab, teknologi ini mampu mengelola data secara maksimal dengan tingkat downtime yang sangat kecil.

Ya, downtime, merupakan sumber permasalahan mengapa Anda gagal melakukan akses terhadap data Anda. Downtime sendiri merupakan istilah yang digunakan ketika sistem tidak bekerja pada saat-saat tertentu. Kondisi ini bisa terjadi karena disengaja dan biasanya digunakan sebagai waktu maintenance agar sistem tidak bekerja terus menerus tanpa beristirahat.

Selain itu, pada masa downtime ini juga akan dilakukan pengecekan untuk mengetahui adanya masalah pada sistem. Biasanya, hal ini dilakukan di saat paling minim pengaksesan data dan juga akan diberikan peringatan kepada para pengguna sistem bahwa akan ada maintenance pada waktu yang telah ditentukan.

Sayangnya, downtime terkadang terjadi tanpa disengaja akibat beberapa hal berikut: (Source: vxchnge.com )

  • Human error

Ini merupakan penyebab downtime yang paling sulit dicegah. Biasanya downtime yang terjadi karena kelalaian seperti salah mengoperasikan sesuatu yang berakibat pada masalah di sistem. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pelatihan khusus pada orang-orang yang menangani sistem dan juga penyempurnaan teknologi seperti kecerdaasan buatan (artificial intelligence) dan predictive analytics.

  • Cyberattack

Ada beragam jenis cyberattack yang harus diwaspadai. Biasanya hal ini dilakukan oleh seorang profesional yang memang bertujuan untuk mengganggu sistem tersebut, misalnya untuk pencurian data, pengaksesan data, mematikan sistem, dan sebagainya. Untuk mengatasi ini, sebuah sistem harus mampu melindungi dirinya dari serangan ini dengan menerapkan berbagai keamanan dan algoritma yang canggih.

  • Failure

Kegagalan atau kerusakan yang terjadi pada software ataupun hardware bisa menjadi penyebab sebuah sistem mengalami downtime. Seperti ruang server yang tiba-tiba mati, software rusak akibat virus, dan sebagainya.

Namun, dengan kecanggihan teknologi saat ini, downtime tidak lagi menjadi masalah. Sebab pengelolaan data saat ini telah didukung dengan Six9 availability atau 99,9999% ketersediaan data selama satu tahun. Artinya, hanya ada kemungkinan downtime sebanyak 0,0001% dan tentunya hal tersebut tidak akan merugikan Anda. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *