Ternyata Stem Cells Tidak Hanya Berasal Dari Tumbuhan

Stem cells adalah salah satu komposisi yang saat ini umum digunakan dalam produk kecantikan. Hal ini didasarkan pada beberapa hasil penelitian yang menyebutkan tentang manfaat stem cells dari beberapa tumbuhan untuk kesehatan kulit. Stem cells memang memiliki berbagai manfaat mulai dari memperbaiki kondisi kulit, mengaktifkan sel-sel kulit,  hingga membuat seseorang awet muda. Tidak heran jika stem cells seringkali digunakan dalam produk kecantikan. Para perempuan yang sangat aware dengan penampilan mereka dan melakukan banyak hal untuk

stem cells manusia
Source: http://learn.genetics.utah.edu

tampil menarik mulai dari menjaga pola makan agar tetap kurus, rajin melakukan perawatan, hingga rutin mengecek kulit mereka, seringkali memilih produk yang mengandung stem cells ini untuk produk kecantikan mereka.

Namun, tahukah Anda bahwa stem cells sebenarnya tidak hanya bisa didapatkan dari tumbuhan saja, melainkan juga manusia. Bahkan stem cells dari manusia inipun sering digunakan dalam proses penyembuhan berbagai penyakit, salah satunya untuk terapi osteorthritis. Menurut situs klikdokter, terapi ini dilakukan pada penderita kerusakan tulang rawan pada bantalan sendi lutut. Untuk proses terapi ini, stem cells yang digunakan adalah Mesenchymal Stem cells atau MSC. Selain itu, saat ini para peneliti masih terus melakukan penelitian untuk melihat kemampuan stem cells dalam membantu proses penyembuhan beberapa penyakit, seperti parkinson, kanker, diabetes, dan beberapa penyakit lainnya.

Fungsi dari stem cells dari tumbuhan maupun manusia pada dasarnya sama, yaitu meregenerasi sel-sel yang rusak. Hal ini berkaitan dengan kemampuan dari stem cells untuk memperbanyak dirinya dan menghasilkan sel-sel baru. Namun meskipun tubuh manusia terdiri dari banyak sel, bukan berarti semua bagian tubuh bisa dimanfaatkan untuk stem cells. Sebab hingga saat ini stem cells yang dimanfaatkan hanya bisa bersumber dari 5 bagian tubuh saja, yaitu:

  1. Zygote
  2. Embrio
  3. Fetus
  4. Tali pusat
  5. Sumsum tulang

Keterbatasan sumber stem cells ini secara otomatis menjadi masalah bagi pihak dokter ketika ingin memanfaatkannya untuk proses pengobatan. Sebab untuk proses pengambilannya harus melalui proses operasi yang cukup berisiko. Belum lagi ketika stem cells ini dimasukkan ke dalam tubuh pasien, ada risiko terjadinya penolakan dalam tubuh pasien. Penolakan ini umumnya terjadi akibat stem cells yang berasal dari tubuh orang lain, atau biasa disebut allogenous. Untuk mengurangi risiko terjadinya penolakan ini biasanya pasien akan diberikan sebuah obat immunosupresif yang berfungsi untuk mengurangi reaksi penolakan setelah proses pendonoran. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *