Review JMovieTV: Okaasan, Ore Wa Daijoubu

Sebuah film dikatakan berhasil, jika bisa menyampaikan perasaan dalam film tersebut kepada penonton yang menyaksikannya. Meskipun diproduksi oleh produser terbaik sekalipun, jika pesan dalam film tidak tersampaikan dengan baik, tetap saja bisa dikatakan film tersebut gagal. Salah satu film yang menurutku berhasil menyampaikan pesannya dengan baik pada penontonnya yaitu, sebuah film televisi Jepang yang berjudul Okaasan, Ore Wa Daijoubu.

Film ini dibuat sebagai bagian dari drama 24Hour Television yang diadakan secara rutin setiap tahun di Jepang. Ditayangkan pada tanggal 22 Agustus 2015, dan diperankan oleh salah satu member Hey Say JUMP, yaitu Yamada Ryousuke. Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul “Soccer Boys – Ashita e no Kizuna-Kun no Tamenara Ganbareru”, yang kemudian diubah menjadi “Okaasan, Ore Wa Daijoubu”, yang memiliki arti “Ibu, aku baik-baik saja”.

Nah, langsung dimulai saja yah reviewnya:

okaasan ore wa daijoubu

Ryohei Sasaki (Yamada Ryousuke) adalah seorang anggota klub sepak bola di sekolahnya. Dia bahkan menjadi salah satu pemain terhebat dan juga kapten di klub tersebut. Suatu hari, sepulang sekolah Ryohei terjatuh dari sepeda karena kepalanya sakit. Ryohei menganggap hal tersebut bukan masalah besar, karena setelah itu ia baik-baik saja. Namun, tidak lama setelah sampai di rumah, kepalanya kembali sakit dan tidak juga hilang. Malam hari, Ayahnya yang baru saja pulang kerja, menemukan Ryohei sedang kesakitan segera membawa Ryohei ke rumah sakit tempat adik Ryohei dirawat.

okaasan ore wa daijoubu

Setelah menjalani semua pemeriksaan yang dibutuhkan, dokter menyatakan bahwa Ryohei menderita tumor otak akut. Tumor inilah yang membuat Ryohei mengalami sakit kepala, dan bahkan jika tidak segera diatasi dapat berujung pada kematian. Namun, jika Ryohei dioperasi, artinya Ryohei bisa mengalami lumpuh atau bahkan lebih parah lagi. Saat itu, keluarga Ryohei seperti mendapat sebuah cobaan besar. Dari 3 bersaudara, Ryohei yang merupakan anak kedua tiba-tiba didiagnosa tumor otak akut. Sementara, adik Ryohei yaitu Shota Sasaki juga menderita sebuah penyakit yang membuatnya harus selalu tinggal di rumah sakit. Melihat hal yang menimpa keluarganya, Teppei Sasaki yang merupakan anak tertua dalam keluarga tersebut memutuskan untuk membantu ibunya. Mereka, bekerjasama untuk mengatasi masalah ini, dan menyemangati Ryohei untuk bertahan. Sementara, Ryohei sendiri tetap terlihat seperti Ryohei yang biasa, tetap tertawa dan ceria.

Sebenarnya, mungkin sudah banyak film yang bercerita tentang perjuangan seseorang dalam menghadapi penyakit yang dideritanya. Akan tetapi, ada saja perbedaan dalam semua film terebut, yang membuatnya menjadi spesial, termasuk juga film ini.

Ryohei, tidak hanya harus menyemangati dirinya sendiri untuk bertahan, tetapi juga orang disekitarnya. Sebab, bukan Ryohei yang paling terpukul dengan kenyataan ini, melainkan kedua orangtuanya. Bahkan juga, teman-teman sekolahnya yang begitu terpukul saat mengetahui kondisi Ryohei sebenarnya. Namun, pada ending cerita, barulah penonton diperlihatkan bagaimana perasaan Ryohei sebenarnya.

Untuk pemerannya sendiri, semua aktor dan aktris memainkannya dengan sangat baik. Yamada yang berperan sebagai Ryohei, benar-benar terlihat seolah dia benar-benar menderita penyakit tersebut. Wajar sih, soalnya dia kan riset dan cari info dulu tentang penyakit ini sebelum berperan, jadi bisa total deh. Jujur sih, aku bahkan nangis dari sejak awal Ryohei masuk rumah sakit karena kesakitan. :’(

Apalagi, bagi penggemar Yamada Ryousuke (seperti aku contohnya… hehehe) pasti tahu dengan kemampuan akting Yamada yang oke banget, khususnya untuk adegan menangis.

Nah, untuk film ini aku kasih nilai 10/10.

Kenapa nilai sempurna? Ada banyak alasannya.

  1. Aku fans Yamada Ryousuke 😀
  2. Film ini bisa bikin aku nangis, berapa kalipun aku nonton
  3. Nggak ada satupun adegan yang aku skip waktu nonton film ini, artinya nggak ada satupun adegan yang terasa membosankan.

Tapi, balik lagi yah itu penilaian pribadiku. Jadi, kalau ada yang keberatan ya silakan menilai sendiri setelah menonton. 😀

(Vita)

Leave a Reply