Review JMovie: Kimi No Nawa

Kemarin dapet kesempatan nonton penayangan perdana Kimi No Nawa, yang mulai rilis secara resmi tanggal 7 Desember 2016. Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar popularitas film ini, tapi masih belum yakin untuk menonton film ini. Nah, daripada kamu bingung atau ragu, mending baca review ini dulu dan setelah itu baru putusin mau nonton atau nggak. Jangan nunggu film ini ditayangkan di tv kabel, karena pastinya bakalan lama banget. Nanti euforianya nggak akan terasa lagi.

Kimi No Na Wa

Jadi, langsung dimulai aja yah dengan sinopsisnya.

Mitsuha Miyamizu adalah seorang gadis yang tinggal di kota terpencil. Di kota ini hampir tidak ada apapun untuk bersenang-senang, seperti kafe atau mall. Suatu hari, semua orang disekeliling Mitsuha tiba-tiba bertanya padanya mengenai sesuatu yang aneh. Mereka mengatakan bahwa Mitsuha seperti orang lain satu hari sebelumnya. Mitsuha tidak mengerti apa maksudnya, hanya saja ketika dikelas terdapat sebuah pesan dalam buku tulisnya, yang bertanya “Siapa namamu?”.

Taki Tachibana adalah seorang laki-laki yang tinggal di Tokyo. Sama seperti Mitsuha, teman-teman Taki sempat merasa bingung dengan Taki yang pernah menjadi seperti orang lain. Dari mulai lupa membawa bento, tidak tahu lokasi tempat part time nya, lupa dengan nama orang di sekitarnya, dan berbagai hal lain.

Keanehan tersebut, membuat Mitsuha dan Taki menyadari satu hal, yaitu mereka mengalami sebuah hal yang tidak masuk akal, yaitu bertukar tubuh saat tidur. Hanya saja, karena setiap kali mereka bangung mereka lupa dengan kejadian yang dialami tersebut, maka mereka memutuskan untuk meninggalkan pesan dalam ponsel. Akan tetapi, tiba-tiba kejadian aneh ini berhenti di saat Taki mulai menyadari perasaannya pada Mitsuha. Taki berusaha mencari Mitsuha melalui ingatan yang tersisa dalam pikirannya.

Oke, sekarang kita mulai review-nya.

Dari segi cerita, buat yang suka genre romance fantasy sangat direkomendasikan banget deh nonton ini. Ceritanya bagus dan gak cuma sekedar romance aja. Untuk alurnya sendiri, bisa dibilang film ini menggunakan alur campuran, atau alur maju-mundur. Jadi, kamu harus konsentrasi sewaktu menontonnya, untuk tahu saat ini apakah mereka sedang berada ditubuh masing-masing, atau dalam kondisi bertukar tubuh.

Selain itu, ada berbagai unsur komedi di dalamnya, jadi film ini nggak terasa membosankan saat ditonton. Alurnya juga berjalan cukup cepat untuk sampai ke klimaks inti dan penyelesaiannya. Tapi, sejujurnya sih agak ngerasa terlalu cepet juga untuk ending ceritanya. Jadi, kayak ngerasa ada sedikit yang miss.

Tapi secara keseluruhan, film ini oke banget dan memang wajar kalau menjadi salah satu film yang meraih penghasilan terbesar di Jepang.

Untuk nilainya sendiri, aku kasih 9/10.

Leave a Reply