Review Jdorama: Umareru

Iseng-iseng cari dorama menarik di Internet Rumah, dan nemu dorama ini. Awalnya nggak begitu tertarik, tapi pas lihat nama Kento Nakajima (Sexy Zone) jadi salah satu cast-nya, jadi nonton deh. Dan ternyata, ceritanya bagus dan sama sekali nggak mengecewakan. Nah, langsung aja yah kita mulai dari sinopsisnya:

umareru
Source: filmow.com

Umareru berarti lahir. Yap, cerita film ini dan judulnya memang sangat sesuai sekali. Dorama ini bercerita tentang keluarga Hayashida yang hidup berbahagia, namun semua berubah ketika tiba-tiba Shinpei Hayashida yang merupakan kepala keluarga meninggal dunia. Beruntunglah, anak tertua dari keluarga tersebut yaitu Manami Hayashida (Maki Horikita) dan anak kedua yaitu Taichi Hayashida (Tadayoshi Okura) sudah bekerja, sehingga mereka tidak akan mengalami masalah keuangan. Meskipun anak ke-3 dan ke-4 yaitu Koji Hayashida (Kento Nakajima) dan Miko Hayashida (Seika Taketomi) masih sekolah. Namun, konflik pertama mulai muncul ketika sang ibu, Aiko Hayashida (Misako Tanaka), ternyata sedang mengandung di usianya yang ke-51.

Ketika mengetahui hal ini, sebagian besar dari anak Aiko menentangnya untuk melahirkan anak tersebut. Alasannya suda helas, karena usia Aiko yang sudah terlalu tua dan sangat berbahaya baginya untuk hamil dan melahirkan. Sementara, bagi Aiko sendiri anak tersebut merupakan peninggalan terakhir dari suaminya, jadi tidak mungkin jika harus dikorbankan. Hanya Koji yang mendukung keinginan Aiko untuk mempertahankan anaknya. Namun, ternyata keputusan Aiko tersebut harus dibayar dengan mahal. Sebab, ketika teman-teman sekolah Miko mengetahui hal tersebut, mereka justru mem-bully Miko yang akhirnya membuat Miko membenci ibunya.

Tidak hanya itu saja, rahasia yang selama ini tersimpan rapat mengenai Taichi juga mulai terungkap dan membuatnya menjauh dari Aiko. Sementara itu, saat Koji berhasil membujuk kakak tertuanya untuk menerima dan mendukung ibunya mempertahankan anak tersebut, sebuah berita mengejutkan kembali muncul. Leukimia yang pernah diderita oleh Koji kembali (relapse), dan Koji membutuhkan donor dari ibunya untuk dapat selamat. Namun,hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena ibunya hamil. Antara anak yang telah lahir dan sedang menderita sakit dengan anak yang saat ini masih berada dalam kandungan, manakah yang akan Aiko pilih untuk diselamatkan? Keduanya adalah anak yang sama berharganya.

Review:

Jalan cerita dalam dorama ini bagus dan memiliki banyak makna. Bagaimana sebuah keluarga, yang meskipun awalnya terpecah namun ketika terjadi sebuah masalah besar justru saling support untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak hanya itu saja, di sini juga di ceritakan mengenai sebuah keluarga yang merawat anak dengan kondisi down syndrome, dan kelebihan apa yang dimiliki oleh anak tersebut. Mengajarkan kita bahwa di balik kekurangan seseorang, pasti ada kelebihan.

Semua pemain juga memerankan karakternya dengan sangat baik. Dan jujur aja, ada beberapa adegan di dorama ini yang bikin aku nangis. Khususnya, pas adegan dimana Koji sekarat. :’(

Untuk kamu yang sedang belajar mengenai hamil dengan usia di atas batas aman juga sangat disarankan menonton dorama ini. Sebab, dalam dorama ini juga terdapat wawancara dengan beberapa ibu yang hamil dengan usia 40 tahun ke atas. Tapi, untuk yang gak tertarik jadinya yah agak membosankan.

Nilai untuk dorama ini yaitu: 8/10

(Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *