Review J-Dorama: Kazoku Game

Sebelumnya, aku pernah nulis sinopsis singkat dorama ini waktu nulis artikel tentang J-Dorama yang bertema dark. Kenapa bisa bertema dark. Karena ending dari dorama ini bener-bener nggak ketebak. Siapa yang menjadi antagonis dan siapa protagonis dalam dorama ini, baru kita ketahui di episode akhir. Pokoknya, dijamin kamu nggak akan nyesel manfaatin kuota internet kabel untuk nonton dorama ini.

kazoku game
Source: pinterest

Nah, nggak usah lama-lama lagi, langsung kita mulai aja dengan sinopsis terlebih dahulu yah.

Kazoku game, atau family game dalam bahasa inggris. Dorama ini merupakan remake dari film Jepang dengan judul yang sama, dan adaptasi dari Novel berjudul “Kazoku Gemu” karya Yohei Honma. Sesuai dengan judulnya, dorama ini memang bercerita tentang masalah yang ada dalam sebuah keluarga, yaitu keluarga Numata.

Dari sudut pandang orang luar, keluarga ini adalah sebuah keluarga idaman yang sempurna. Namun sebenarnya, ada sebuah masalah dalam keluarga ini yang cukup rumit dan bahkan tidak di sadari oleh keluarga ini sendiri. Yang terlihat hanyalah masalah yang terjadi pada anak ke-2 dalam keluarga ini, yaitu Shigeyuki Numata.

Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba saja Shigeyuki memutuskan untuk tidak ke sekolah dan hanya mengurung diri di kamarnya. Hal ini sangat berbeda dengan kakaknya, yaitu Shinichi Numata yang memiliki prestasi hampir disegala bidang, baik akademik maupun olahraga. Orangtua Shigeyuki yang merasa cemas dengan kondisi ini, memutuskan untuk memanggil seorang guru private. Bukan hanya untuk membantu Shigeyuki belajar saja, tetapi guru ini harus mampu membuat Shigeyuki kmbali ke sekolah.

Koya Yoshimoto (Sho Sakurai), adalah guru private yang dipercaya oleh keluarga Numata untuk menangani masalah Shigeyuki. Ayah Shigeyuki, Kazushige Numata, mensyaratkan pda Yoshimoto bahwa dia harus berhasil membujuk Shigeyuki agar kembali ke sekolah. Jika tidak, maka Yoshimoto akan langsung dipecat. Dengan berbagai cara yang cukup ekstrem, Yoshimoto berjuang agar Shigeyuki kembali ke sekolah. Akan tetapi, sejak kedatangan Yoshimoto tidak hanya kehidupan Shigeyuki saja yang terpengaruh, melainkan seluruh anggota keluarga. Secara perlahan, hubungan diantara semua anggota keluarga mulai menjauh. Hal ini semakin diperparah, ketika Shinichi menemukan kenyataan mengerikan tentang masa lalu Yoshimoto, namun tidak ada seorangpun anggota keluarga yang mempercayainya.

Oke, segitu dulu aja deh sinopsinya. Ntar kalau kepanjangan, bisa jadi spoiler. So, langsung kita mulai aja yah reviewnya.

Seperti dorama Jepang pada umumnya, alur cerita dalam dorama ini berjalan dengan cepat. Tidak ada kesempatan bagi kita untuk merasa bosan saat menontonnya. Semua aktor dan aktris yang berperan dalam dorama ini juga dapat menyampaikan perannya dengan baik. Bagaimana karakter Koya Yoshimoto yang dimainkan oleh Sho Sakurai berubah dengan cepat saat menghadapi setiap anggota keluarga Numata. Sho terlihat seperti seorang sensei sempurna dan ceria saat berhadapan dengan orangtua Shigeyuki dan Shinichi, kemudian berubah menjadi tegas namun care ketika berhadapan dengan Shigeyuki, dan berubah menjadi karakter yang menyebalkan, misterius dan sedikit menakutkan saat berhadapan dengan Shinichi.

Dari segi cerita sendiri, akan ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah keluarga ini. Bagaimanakah seharusnya keluarga itu. Mengapa sebuah keluarga bisa hancur karena kehadiran satu orang. Semua hal tersebut akan memberikan kita peringatan mengenai hal-hal kecil namun penting yang sering kita lupakan.

Ok, untuk dorama ini aku kasih nilai 9/10.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *