Review Film : Assassination Classroom Graduation

Setelah review film India yang judulnya Fan, kali ini aku mau review film kesukaan aku yang judulnya Assassination Classroom : Graduation. Kenapa judulnya pakai “Graduation”? Karena, sebenarnya ini adalah film yang kedua dari film seri pertama yang judulnya Assassination Classroom. Sama seperti film pertamanya yang tayang di Tahun 2015 lalu, film ini pun cukup heboh dipromosikan melalui jaringan Internet Cepat diberbagai Negara.

Yup, film ini memang tidak hanya tayang di Jepang saja, tetapi juga di live action Assasination ClassroomIndonesia. Dan bersyukurlah, karena jarak waktunya tidak berbeda jauh dengan jadwal tayang di Jepang, yaitu 1 bulan aja. Nah, buat yang belum nonton, semoga dengan membaca review ini kalian jadi tertarik untuk nonton film ini sebelum ditarik penayangannya dari berbagai bioskop di Indonesia. Selamat membaca…

Seperti biasa, sebelum review aku kasih sinopsisnya dulu yah:

“Melanjutkan kisah pada film pertamanya, tugas kelas 3E untuk membunuh gurunya (Koro Sensei) masih terus berlanjut. Hanya saja, dalam film kedua ini, akan diceritakan bagaimana masa lalu Koro Sensei, dan bagaimana sejarahnya ia bisa mengajar kelas 3E. Dalam film Graduation ini, konflik semakin rumit ketika sebagian murid ingin menyelamatkan Koro Sensei tanpa membunuhnya, sementara sebagian lagi ingin tetap membunuh Koro Sensei karena merasa inilah yang diharapkan oleh guru tersebut. Sementara, Departemen pertahanan terus berjuang dengan cara mereka untuk membunuh Koro Sensei.”

Dalam film yang kedua ini, melibatkan beberapa wajah baru. Misalnya saja seperti Ninomiya Kazunari dan Hiroki Narimiya. Untuk Mirei Kiritani sendiri, bisa dibilang wajah baru, meskipun sebenarnya ia sudah muncul dalam beberapa scene di film seri pertamanya. Sementara, Ninomiya Kazunari memegang dua peran penting dalam film ini, yaitu sebagai Koro Sensei saat masih menjadi manusia biasa, dan pengisi suara dari Koro Sensei itu sendiri.

Untuk masalah akting, tidak perlu diragukan. Semua pemain bermain dengan maksimal dan profesional. Yamada Ryosuke yang berperan sebagai Nagisa Shiota masih tetap berperan sebagai narator dalam film ini. Meskipun begitu, bisa dibilang semua memegang peran penting yang sama. Artinya, jika salah satu pemain tidak memerankan perannya dengan baik, maka film inipun akan menjadi kurang menarik. Untungnya, semua pemain berperan dengan sangat baik.

Untuk berbagai effect tambahan dalam film inipun juga sangat baik. Yah, wajar sih, Jepang memang sudah ahli dalam hal seperti ini. Sementara untuk soundtrack, para penggemar Hey Say Jump atau Yamada Ryousuke pasti sudah tahu dong seperti apa soundtracknya.

Bagi kalian yang sudah menonton film pertamanya, mungkin banyak scene lucu yang ditampilkan. Tapi, pada film kedua ini emosi kalian akan lebih dimainkan. Kalian akan merasa lucu, sedih dan juga tegang pada beberapa scene. Gimana? Penasaran? Buruan pesan tiket, dan selamat menonton yah. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *