Pertambangan Bawah Tanah dengan Longwall Mining

Ketika berbicara mengenai pertambangan dalam skala besar, pasti tidak akan terlepas dari alat berat dan suku cadang alat berat dalam proses kerjanya. Wajar saja, karena akan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan tidak mungkin bisa dilakukan secara manual. Untuk pertambangan yang dilakukan di atas tanah, mungkin kita mengenal beberapa jenis crane atau alat berat lain yang sering digunakan. Namun, alat berat ini tidak mungkin digunakan jika pertambangan yang dilakukan adalah pertambangan bawah tanah.Pertambangan Bawah Tanah dengan Longwall Mining 1

Ada banyak cara yang dilakukan untuk kegiatan tambang bawah tanah ini, dan menggunakan longwall mining adalah salah satu cara yang banyak dipilih oleh perusahaan pertambangan. Alasan pemilihannya adalah karena dianggap aman dan sangat produktif. Tambang batubara, adalah salah satu industri pertambangan yang umum memanfaatkan cara ini. Ide dasar dari pertambangan longwall mining ini dikembangkan pertama kali di Inggris pada akhir abad ke-17. Hanya saja, saat itu belum menggunakan mesin dan bisa dikatakan kegiatan ini dilakukan dengan manual. Penambang akan mengikis blok dari dari batubara, dan kemudian menggunakan kayu untuk mengontrol jatuhnya blok yang dikikis tersebut. Pada saat itu, teknik kerja seperti ini disebut dengan metode Shropshire.

Namun, dengan seiring berkembangnya teknologi, mesin pun mulai dimanfaatkan untuk menyempurnakan teknik pertambangan ini. Longwall mining ini terdiri dari beberapa mesin pengeruk batubara yang dilengkapi dengan hidrolik untuk menopang langit-langit. Lebar dari mesin ini adalah sekitar 800 kaki atau sekitar 240 meter, dan tinggi antara 5 sampai 10 kaki atau sekitar 1,5 meter hingga 3 meter. Kumpulan mesin ini membentuk sebuah jalur panjang sekitar 100 meter hingga 300 meter.

Sebuah pemotong besar berbentuk lingkaran dan bekerja dengan cara berputar kemudian akan berjalan maju disepanjang jalur mesin tersebut. Pemotong ini akan mengikis dinding dan kemudian bongkahan bebatuan yang terkikis tersebut akan terjatuh kesebuah conveyor, sehingga lokasi tersebut tetap bersih dan tidak dipenuhi oleh bongkahan batu. Proses ini akan berlangsung terus menerus hingga seluruh blok panjang dari batubara terkikis.

Untuk menjamin keamanan penambang saat mesin ini bekerja, pastikan bahwa operator yang mengoperasikan alat ini harus benar-benar paham. Apalagi, karena difungsikan pada area tertutup (bawah tanah), kemampuan operator untuk mengendalikan alat ini sangat penting, karena kesalahan kecil bisa menyebabkan sesuatu yang fatal. Baik masalah akibat mesin yang tidak berfungsi normal, ataupun runtuhnya area pertambangan. (Vita)

Leave a Reply