Pentingnya Memperhatikan Safe Load Indicator

Setiap mesin tentulah membutuhkan perawatan secara berkala, tidak terkecuali alat berat seperti crane. Perawatan ini tidak hanya sekedar pemeriksaan rutin saja, tetapi juga berupa penggantian spare part alat berat tersebut secara berkala. Bahkan seringkali penggantian spare part ini dilakukan tanpa harus menunggu spare part alat berat Pentingnya Memperhatikan Safe Load Indicatoryang sedang digunakan mengalami kerusakan. Bila mana penggantian parts alat berat menunggu hingga terjadi kerusakan, akan menghambat produktifitas sehingga pemeriksaan rutin sebagai preventive action sangat krusial. Apalagi, jika alat berat ini digunakan untuk proses pembangunan cukup aktif dalam jangka panjang.

Selain dari penggantian spare part, ada satu hal lagi yang hampir dimiliki oleh setiap mesin, yaitu batas Ā kemampuan mesin atau kapasitas payload mesin. Batasan ini bisa diukur dari beberapa hal, misalnya batas waktu penggunaan mesin (berbeda dengan usia pakai mesin), atau kemampuan maksimal mesin dalam mengangkut sebuah benda (umumnya untuk alat pengangkut). Pada crane, kapasitas maksimal beban ini diukur dengan sebuah alat yang bernama safe load indicator atau sering disebut SLI.

Sebenarnya, setiap manufaktur telah melengkapi crane buatannya dengan daftar beban atau load chart. Namun sayangnya, banyak dari crane operator yang mengabaikan hal ini. Apalagi, jika beban yang akan diangkat tidak diketahui beratnya dan harus diukur terlebih dahulu, mereka akan semakin mengabaikan load chart ini. Untuk mengatasinya, maka dibuatlah sebuah alat yang dapat mengukur berat barang sebagai safety device. Dengan begini, tanpa harus repot-repot mengukurnya terlebih dahulu, crane operator akan mengetahui berapa berat beban yang diangkat.

Selain untuk mengetahui berat beban, alat ini juga mampu untuk mengetahui panjang dan sudut boom pada crane, mengetahui radius kerja, dan yang terpenting yaitu memberikan peringatan pada operator ketika beban yang diangkat sudah melebihi kapasitas. Peringatan ini akan diberikan melalui signal audio dan visual. Untuk signal visual biasanya akan diberikan secara bertahap, yaitu:

  • Lampu menyala hijau ketika beban yang diangkat masih berada dalam angka normal atau tidak mendekati batas maksimal.
  • Lampu menyala kuning ketika beban yang diangkat hampir mencapai batas kapasitas, atau sudah mencapai batas kritis. Batas kritis pada setiap crane akan berbeda, tergantung pada manufaktur yang membuatnya. Namun, biasanya berkisar pada angka 90% hingga 99%.
  • Lampu menyala merah ketika beban sudah mencapai batas kapasitas atau sudah melebihi kapasitas. Jika lampu sudah menyala merah, maka sebaiknya operator tidak memaksakan diri, dan berusaha mencari cara agar pengoperasian crane tetap dalam kondisi aman.

Memperhatikan dengan seksama lampu indikator yang telah ditunjukkan oleh SLI ini akan dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja dan produktifitas. Semoga bermanfaat. (Vita)

Leave a Reply