Mengenal Vehophobia dan Bahayanya

Perjalanan adalah hal yang sangat tidak pasti. Sebab, terkadang dalam perjalanan ini bisa terjadi berbagai hal, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Sebab itulah, banyak orang yang melindungi dirinya dengan asuransi jiwa dan kendaraannya dengan asuransi motor. Bahkan, untuk melindungi barang dari kemungkinan adanya risiko yang terjadi saat proses pengiriman, banyak orang yang melindunginya menggunakan berbagai jenis asuransi pengangkutan barang.Vehophobia

Meskipun sudah dilindungi dengan asuransi, namun bukan berarti semua kecelakaan akan ditanggung oleh pihak asuransi. Sebab, terkadang penyebab dari kecelakaan itu sendiri bisa jadi penyebab mengapa klaim asuransi akhirnya ditolak. Misalnya saja, seperti menyetir di bawah umur, untuk kegiatan kriminal, melanggar aturan lalu lintas, dan juga ketika kendaraan digunakan oleh seorang yang menderita vehophobia (penyebab gagal klaim bisa berbeda pada setiap perusahaan asuransi).

Nah, mungkin kalian bertanya, apa sih vehophobia? Kok bisa bikin klaim asuransi ditolak? Nggak perlu bingung, karena kita akan membahasnya sekarang.

Vehophobia adalah kondisi dimana seseorang merasa takut untuk mengendarai suatu kendaraan, atau bisa dikatakan takut untuk menyetir. Ketakutan ini tidak hanya karena takut merusak mobil, takut menabrak, atau sejenisnya, melainkan lebih rumit dari itu. Sebab, penderita bisa mengalami serangan panik mendadak ketika berada di balik kemui, yang tentunya akan sangat berbahaya baginya maupun orang disekitarnya.

Tingkat keparahan dari vehophobia ini beragam. Ada yang hanya takut berkendara di jalan atau rute tertentu saja. Untuk kondisi ini, seringkali vehophobia disebabkan oleh trauma pasca kecelakaan. Sehingga ketika melewati jalan tersebut lagi, akan kembali teringat kejadian tersebut dan menyebabkan penderitanya mengalami kepanikan. Ada juga yang benar-benar tidak mampu berkendara hingga tidak bisa mendapatkan lisensi. Untuk kondisi ini, tentu saja akan lebih aman. Sebab sang penderita tidak akan bisa berkendara karena tidak memiliki lisensi, sehingga tidak akan membahayakan siapapun.

Namun sebaliknya, ada juga yang mampu memperoleh lisensi namun dapat berbahaya bagi dirinya dan orang lain jika menyetir. Bukan karena orang tersebut berkendara dengan ugal-ugalan atau melanggar aturan, tetapi karena serangan panik yang tiba-tiba muncul sehingga orang tersebut tidak lagi dapat mengendalikan kendaraannya. Biasanya, penderita dalam kondisi ini hanya dapat terdiam ketika serangan panik datang. Dia bahkan tidak mampu untuk menekan rem, memindahkan gigi, atau melepaskan gas. Akibatnya? Sudah jelas, kan, kendaraan akan melaju tanpa kendali dan tentu saja dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Selain ketiga jenis vehophobia, masih ada satu jenis yang bisa dibilang paling ekstrim, yaitu ketakutan untuk berkendara dan berada dalam sebuah kendaraan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya tidak hanya takut untuk mengendarai saja, tetapi juga takut ketika hanya menjadi penumpang. Jika sudah begini, jelas akan membuat dirinya sendiri repot. Penderitanya akan sulit jika harus bepergian kemana-mana, apalagi yang berjarak cukup jauh. Untuk itulah, apapun jenis vehophobia yang diderita, segeralah berkonsultasi ke ahli psikis untuk proses penyembuhannya. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *