truk fuso

Mengenal Sistem Pengereman Hidrolik

Meskipun memilikki fungsi yang sama, tetapi sistem pengereman pada truk dan mobil pribadi jelaslah berbeda. Hal ini dikarenakan beban muatan pada truk yang jauh lebih berat sehingga membutuhkan sistem pengereman yang lebih baik. Saat ini, hampir semua Truk Mitsubishi Fuso Terbaru menggunakan sistem pengereman full air brake system yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan sistem terdahulunya, yaitu sistem pengereman hidrolik. Meskipun begitu, sistem pengereman hidrolik masih digunakan pada beberapa jenis truk. Itulah sebabnya, memahami lebih dalam tentang sistem ini tetaplah penting.truk fuso

Berdasarkan situs autoexpose, sistem pengereman hidrolik bekerja dengan menggunakan prinsip hukum pascal, yaitu “tekanan yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar dan sama rata”. Untuk lebih memahami sistem kerjanya, ada baiknya kita mengenal komponen utama yang mendukung sistem kerjanya dan fungsinya:

  1. Master silinder

Tepat berada setelah pedal rem, berfungsi untuk mengubah gerakan ayunan pada pedal rem menjadi tekanan hidrolik. Komponen ini berhubungan dengan komponen reservoir yang berfungsi untuk menyimpan cadangan minyak rem yang akan digunakan pada sistem pengereman. Di dalam komponen master silinder ini, terdapat piston dan minimal 2 saluran. Piston berfungsi untuk membangkitkan tekanan fluida, sementara selang berfungsi untuk menghubungkan dengan reservoir. Ketika pedal rem diinjak, maka selang ini akan secara otomatis tertutup.

  1. Brake lines

Komponen ini adalah selang yang menghubungkan setiap komponen pada sistem rem hidrolik. Dibuat dengan 2 material, yaitu karet khusus dan logam. Logam dipilih agar mampu menyalurkan tekanan ke aktuator tanpa terjadi kerugian. Sementara, untuk bahan karet yang digunakan sangatlah kuat menahan tekanan dan bertujuan agar lebih fleksibel.

  1. Silinder roda

Komponen ini berfungsi untuk mengubah kembali tekanan fluida menjadi gerakan mekanis. Komponen ini sebenarnya sudah berada di dalam aktuator rem, tetapi masih menjadi komponen pendukung rangkaian sistem hidrolik.

  1. Aktuator rem

Komponen ini berfungsi untuk mengeksekusi perintah mengerem yang telah diaktifkan oleh pengemudi. Ada dua jenis aktuator rem, yaitu sistem rem tromol dan sistem rem cakram.

Setelah mengenal komponen yang terlibat, saatnya kita membahas bagaimanakah cara kerja sistem hidrolik ini. Sistem pengereman dimulai ketika pedal rem diinjak, tuas rem akan mendorong piston yang ada pada master silinder dan menyebabkan ruang di depan piston mengecil, serta saluran reservoir tertutup. Kemudian, fluida di depan piston yang tidak memiliki sifat kompresi akan terdorong keluar menuju saluran utama, dan melalui brake lines tekanan ini akan diteruskan ke semua aktuator pengereman dengan besar tekanan yang sama. Ketika fluida mencapai silinder roda, tekanan fluida tersebut akan menggerakkan piston yang ada pada silinder roda untuk menekan kampas rem. Saat inilah proses pengereman terjadi. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *