Mengenal Istilah Charitable Gift Annuity

Apa yang kamu persiapkan untuk keuangan di masa depanmu? Mendaftarkan diri di tabungan berjangka yang dilengkapi asuransi jiwa? Ataukah mendaftarkan diri menjadi pemegang polis asuransi dana pensiun? Memang, biasanya masyarakat Indonesia memanfaatkan kedua produk keuangan tersebut untuk

charitable gift annuity
Source: bgcpbc.org

membantunya mengatur keuangan di masa depan. Tapi kamu tahu nggak sih, kalau ternyata di Amerika ada sebuah produk keuangan lain yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat untuk keuangan masyarakat mereka?

Yap, namanya adalah charitable gift annuity. Hmm, dari namanya kamu pasti langsung teringat dengan kegiatan amal, kan? Sebenarnya, pemikiranmu ini tidak sepenuhnya salah, karena memang melibatkan lembaga amal. Charitable gift annuity yaitu sebuah kontrak antara seorang pendonor dengan lembaga amal dimana pendonor akan mengirimkan sejumlah dana atau properti untuk lembaga amal. Lalu, apa yang didapatkan oleh pendonor? Ada 2 keuntungan yang nantinya akan di dapatkan, yaitu pengurangan nilai pajak dan pendapatan tahunan yang nantinya akan diberikan oleh lembaga amal untuk sang pendonor untuk seumur hidupnya.

Besarnya jumlah pendapatan yang nantinya akan diterima oleh pendonor bergantung pada beberapa hal, antara lain:

  • Gift Annuity Rate yang ditawarkan oleh lembaga amal.
  • Besar nilai kontribusi yang diberikan oleh sang pendonor
  • Jumlah lembaga amal yang menerima charitable gift annuity dari sang pendonor
  • Usia penerima donor

Pendonor diijinkan untuk memilih 2 lembaga keuangan sebagai penerima donornya. Sementara, untuk besar rate yang ditawarkan oleh lembaga amal bebas, sesuai dengan kebijakan setiap lembaga amal. Akan tetapi, biasanya mereka mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh ACGA (Annuitas Council on Gift Annuities). Bahkan, bisa dikatakan rate yang ditawarkan jauh lebih rendah daripada yang ditawarkan oleh lembaga asuransi. Akan tetapi, ternyata hal ini tetap tidak mengurangi minat masyarakat untuk mengikuti program ini. Biasanya, mereka lebih mengutamakan pada tujuan utama mereka beramal dan memberikan dukungan ke lembaga amal kesukaan mereka. Sehingga, tidak terlalu memikirkan keuntungan yang akan mereka dapatkan.

Hmm, sepertinya program ini cukup menarik ya? Mengelola keuangan di masa depan sekaligus beramal. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *