Mengenal Istilah Brain Death

Brain death adalah sebuah kondisi yang sangat ditakuti oleh siapapun, bahkan lebih mengerikan dari penyakit kritis apapun. Sebab, seseorang yang berada dalam kondisi ini tidak ada bedanya dengan meninggal. Artinya, meskipun menggunakan cara pengobatan seperti apapun dengan memanfaatkan asuransi kesehatan yang bagus, tetap saja tidak banyak membantu.

Meskipun kamu mungkin belum tahu secara mendalam mengenai brain death ini, namun dari arti istilah ini sendiri (jika diubah ke bahasa Indonesia), pasti setidaknya kamu sudah bisa Brain Deathmemperkirakan apa maksud dari istilah ini. Berdasarkan situs nhs.uk, Brain death (kematian otak) adalah kondisi dimana otak tidak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja dan mengontrol seluruh organ tubuh. Brain death ini bersifat permanen, inilah sebabnya seseorang yang mengalami brain death ini bisa dikatakan sama seperti meninggal.

Memang, seseorang yang mengalami brain death ini tetap bisa dalam kondisi hidup, karena seseorang dinyatakan meninggal ketika jantungnya berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja (berhenti bernafas). Dalam kondisi pasien brain death, pasien tersebut bisa saja memiliki jantung atau paru-paru yang tetap berfungsi. Namun, tentunya fungsi kerja organ tidak lagi dikontrol oleh otak, sebab otak sudah kehilangan fungsinya. Sebagai gantinya, organ-organ ini akan dikontrol oleh mesin. Namun, karena kerusakan otak bersifat permanen, maka bisa dibilang mesin ini pengganti otak dan menjadi satu-satunya pendukung hidup sang pasien.

Seseorang yang mengalami brain death ini berada dalam kondisi hidup dan mati. Sebab, meskipun otak berhenti bekerja, organ tubuh masih dapat bekerja dengan bantuan alat. Ada beberapa kondisi dimana pasien brain death ini pada akhirnya benar-benar meninggal, ketika otak (bagian batang otak) benar-benar telah berhenti berfungsi dan akhirnya menyebabkan seluruh organ tubuh berhenti bekerja meskipun menggunakan alat bantu. Namun, ada juga yang bisa bertahan dalam jangka waktu cukup lama dengan bantuan alat ini.

Tentu saja mempertahankan pasien brain death tetap hidup dengan bantuan alat adalah hal yang percuma, karena sampai kapanpun otaknya tidak akan berfungsi kembali dan hanya akan membuat pasien tersiksa lebih lama. Akan tetapi, bagi keluarga dan kerabat pasien, melepaskan alat bantu dan membiarkan pasien meninggal begitu saja bukan hal yang mudah. Inilah yang menyebabkan banyak pasien brain death yang tetap menjalani perawatan sampai keluarga akhirnya ikhlas melepaskannya. (Vita)

Leave a Reply