Mandiri dan Tekun, inilah 3 Budaya Orang Switzerland

Negara Switzerland atau Swiss memiliki penduduk yang  sebagain besar dipenuhi oleh pendatang. Negara yang terletak di benua Eropa barat ini berbatasan langsung dengan Jerman, Perancis, Italis, dan Austria. Wajar saja bila mayoritas penduduknya adalah pendatang dari negara lain. Sebagain besar dihuni dari penduduk asing, swiss memiliki empat bahasa resmi yang digunakan yakni bahasa Jerman, Peranis, Italia, dan Romance.swiss

Meski demikin, Swiss adalah salah satu negara yang masuk dalam daftar negara terkaya didunia. Negara tersebut memiliki sumber daya alam yang berkualitas terutama di daerah Zurich dan Jenewa. Dengan kekayaan alam yang dimiliknya, swiss berhasil menjadi negara maju. Keberhasilan negara ini tentu berkat penduduknya yang mempunyai kebudayaan yang patut dicontoh. Berikut tiga budaya penduduk Switzerland yang wajib Anda ketahui.

Penduduknya Bekerja Keras dan Mandiri

Negara Swiss sebagian besar dihuni oleh pendatang dari berbagai negara disekitarnya. Banyaknya pendatang dari berbagai negara tetangga mempengaruhi kebiasaan di Negara satu ini. Misalnya penduduk Swiss keturunan Jerman terkenal dengan pribadi yang produktif, lugas dan praktis. Sementara itu, penduduk Swiss keturunan Perncis sangat mudah bergaul dan mendominasi bidang marketing dan publik speaking di negara ini. Tak heran bila negara Swiss memiliki penduduk yang tekun, bekerja keras, dan mandiri. Kebiasaan inilah yang patut Anda tiru.

Pejabat Pemerintah Tak diberi Fasilitas Mewah

Berbeda dengan negara Indonesia, dimana pejabat diberikan fasilitas yang lengkap mulai dari tempat tinggal, kendaraan, hingga keamanan. Negara Swiss memiliki budaya yang unik dimana pejabat publiknya tidak diberikan fasilitas yang berlebihan. Setiap aparatur negara seperti menteri tidak diberikan fasilitas tempat tinggal, kendaraan, dan lain sebagainya. Para pejabat pemerintah Swiss harus mengeluarkan dana dari kantong pribadinya untuk menikmati fasilitas tersebut.

Mengutamakan Kendaraan Umum

Kamacetan di Indonesia khususnya di Jakarta memang sulit untuk dikendalikan. Angka pemilik kendaraan semakin meningkat setiap tahun. Beda halnya dengan penduduk Swiss. Gaya hidup penduduknya berbeda dengan Indonesia. Pejabat hingga warganya menguatamakan angkutan umum untuk pergi ke kantor atau ke tempat lainnya. Mereka selalu menggunakan kereta api atau berjalan kaki bila jaraknya cukup dekat.

Ketiga budaya ini bisa menjadi gambaran untuk Anda yang hendak pergi ke Swiss. Negara ini masuk dalam area Schengen, sehingga Anda wajib  melengkapi diri dengan Visa Schengen beserta asuransi perjalanan ke Schengen.

Manfaat asuransi ini cukup banyak. Bagaimanapun risiko perjalanan saat perjalanan menuju Swiss hingga selama Anda berada di Swiss bisa saja terjadi. Mulai dari kehilangan barang, pesawat delay,risiko kecelakaan saat perjalanan atau saat berada di Swiss, dan risiko lainnya. Sebagai perlindungan diri, siapkan asuransi perjalanan ini sebelum ke Swiss.

Namun banyaknya produk asuransi perjalanan ke Schengen terkadang menyulitkan Anda untuk memilih asuransi mana yang terbaik dan sesuai dengan keinginan. Tenang, perbandingan asuransi perjalanan ke Schengen kini bisa Anda lakukan secara online di Futuready. Nikmati kemudahan beli, membandingkan asuransi, hingga klaim dimana saja dan kapan saja.

Leave a Reply