Colocation Indonesia dan Global Warming

Saat ini semakin banyak organisasi yang bergerak dibidang lingkungan mengampanyekan masalah global warming. Lapisan ozon yang semakin menipis akibat polusi udara yang meningkat tajam dan efek rumah kaca, serta berbagai hal lain yang beresiko merusak lingkungan masih menjadi masalah utama yang terus dibicarakan dalam setiap Colocation Indonesia dan Global Warmingagenda pertemuannya. Berbagai hal sudah berusaha dilakukan untuk mengatasi masalah global warming ini, tidak hanya oleh anggota organisasi saja tetapi juga oleh masyarakat yang peduli lingkungan. Namun, sepertinya masalah ini masih belum dapat terselesaikan dengan baik. Meskipun begitu, beberapa perusahaan yang peduli dengan lingkungan berusaha untuk menghindari berbagai hal yang dapat menyebabkan masalah global warming ini, salah satunya dengan memilih menggunakan colocation indonesia daripada menyimpan servernya sendiri.

Mengapa colocation indonesia bisa menjadi salah satu cara untuk cara mengatasi global warming? Berikut ini pembahasannya.

Ada berbagai syarat yang harus terpenuhi oleh sebuah data center, antara lain tersedianya pasokan listrik yang stabil dan suhu yang harus tetap rendah. Hal ini wajar, mengingat server akan menghasilkan suhu yang cukup panas sehingga membutuhkan pendinginan yang cukup kuat, agar dapat bekerja dengan baik dan tanpa masalah. Pasokan listrik yang cukup besar ini tentunya akan dapat meningkatkan global warming. Belum lagi AC yang digunakan untuk mendinginkan seluruh ruangan tempat penyimpanan server, hal ini semakin meningkatkan bahaya global warming.

Namun, dari keseluruhan risiko itu, menyimpan sendiri server dan tidak menggunakan jasa data center ternyata justru memberi dampak negatif yang lebih besar pada lingkungan. Misalnya saja ada 100 perusahaan yang menyimpan sendiri servernya, artinya setiap lokasi penyimpanan server akan menggunakan pasokan listrik yang cukup besar untuk menjalankan servernya dan juga menggunakan AC cukup banyak untuk menjaga suhu ruang server tetap dingin. Padahal, belum tentu server yang disimpan jumlahnya cukup banyak. Sementara, jika menggunakan colocation atau layanan lain di data center untuk penyimpanan server, maka listrik yang disediakan oleh provider data center akan digunakan bersama-sama  oleh sejumlah server. Begitu pula dengan AC yang digunakan untuk mendinginkan ruangan. Hal ini, tentunya akan lebih baik bagi lingkungan dibandingkan dengan menyebarkan beberapa tempat penyimpanan server di lokasi yang berbeda.

Meskipun begitu, ada hal yang harus diperhatikan oleh klien yang menggunakan jasa ini, yaitu pastikan bahwa provider menjalankan bisnisnya dengan ramah lingkungan dan juga turut berupaya dalam mengatasi masalah global warming. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *