Bahaya Selalu Menuruti Keinginan Anak

Setiap orangtua pasti rela untuk melakukan apa saja demi membahagiakan anaknya. Tidak sedikit orangtua yang rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi memmenuruti keinginan anakenuhi seluruh keinginan anaknya, meskipun anaknya masih sangat kecil. Bahkan, banyak orangtua yang memiliki penghasilan tidak terlalu besarpun, rela mencari pekerjaan tambahan lain demi memenuhi keinginan anaknya. Semua ini, dilakukan orangtua demi kebahagiaan anaknya. Sayangnya, banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa selalu menuruti keinginan anak akan berdampak buruk pada perkembangan psikologi anak selanjutnya.

Selalu menuruti keinginan anak ini, tidak terbatas pada membelikan seluruh benda yang diinginkan anak saja, tetapi juga membiarkan anak bertindak sesuka hatinya. Misalnya saja, membiarkan anak mengeksplorasi berbagai hal tanpa membatasi dan memberikan pengawasan juga sangatlah berbahaya, terutama ketika anak masih berusia balita. Anak pada usia balita masih menggunakan indera perasa untuk mengeksplorasi berbagai hal, karena itulah anak seringkali memasukkan berbagai hal ke dalam mulutnya untuk mengenali benda tersebut. Nah, hal ini tentunya akan sangat membahayakan anak jika benda yang dimasukkannya adalah benda beracun atau benda yang membahayakan. Saat inilah, orangtua harus mampu untuk mencegah anak melakukan hal ini. Pada saat orangtua mencegah, anak mungkin akan memberi perlawanan dengan cara marah atau menangis. Namun, jangan biarkan hal ini mempengaruhi Anda. Cobalah untuk mengalihkan anak dengan benda lain yang lebih aman untuk anak.

Membiarkan anak bermain dengan gadget tanpa memberikan batasan waktu, juga akan berdampak buruk bagi perkembangan anak. Hal ini akan sangat berbahaya pada perkembangan anak, misalnya seperti anak akan kecanduan gadget, atau anak menjadi pribadi yang antisosial karena lebih senang bermain dengan gadget daripada berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Jika kondisinya sudah seperti ini, akan sulit bagi orangtua untuk menjauhkan anak dari gadget.

Selain kedua dampak yang telah disebutkan di atas, selalu menuruti keinginan anak juga dapat membuat anak menjadi pribadi yang egois dan keras kepala. Hal ini bisa terbawa hingga anak telah dewasa nanti. Ketika bersosialisasi dengan lingkungannya, anak bisa menuntut berbagai hal pada orang disekitarnya, tanpa mempedulikan apakah hal tersebut mengganggu atau tidak. Akibatnya anak bisa menjadi sosok yang tidak disukai dan kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Menyayangi dan berusaha untuk membahagiakan anak adalah hal yang harus dilakukan oleh orangtua, namun ingatlah untuk memberi batasan dalam menuruti keinginan anak. Dengan begini, anak akan belajar untuk mengerti bahwa tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *