Alasan Profesi Agen Asuransi Tidak Disukai

Sebenarnya, setiap profesi pasti bermanfaat bagi orang lain, termasuk juga profesi sebagai agen asuransi. Bahkan agen Alasan Profesi Agen Asuransi Tidak Disukaiasuransi juga menajdi salah satu kriteria dasar asuransi terbaik dipilih oleh seseorang. Coba saja bayangkan jika tidak ada yang mau menjadi agen asuransi, pastinya perusahaan asuransi akan merasa repot, begitu pula pemegang polis asuransi. Perusahaan asuransi akan merasa kebingungan bagaimana dan siapa yang akan membantunya untuk memasarkan produknya ke masyarakat. Sementara, pemegang polis akan merasa kebingungan harus berkonsultasi kemana saat menemui masalah terkait polisnya.

Ya, profesi ini memang memiliki manfaat. Sayangnya, beberapa kesalahan yang dilakukan oleh agen asuransi terkadang membuat banyak orang yang justru tidak menyukainya. Bahkan, baru mendengar namanya saja orang sudah merasa terganggu. Hal ini tentulah bukan tanpa alasan, dan beberapa diantaranya yaitu:

  • Bicara tanpa henti

Banyak dari agen asuransi yang ketakutan akan ditolak sebelum sempat berbicara, akhirnya memutuskan untuk berusaha menjelaskan produk yang dijualnya dalam satu tarikan napas. Maksudnya, terus saja berbicara mengenai produk dan keunggulannya tanpa memberi kesempatan pada lawan bicaranya untuk mengatakan sesuatu. Hal ini mungkin tidak terlalu masalah jika lawan bicara sedang tidak dalam kondisi terburu-buru. Namun, terkadang mereka menghubungi disaat jam kerja yang mayoritas orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Akibatnya, mereka pun merasa terganggu dengan ulah agen asuransi ini.

  • Memaksa

Ada beberapa agen asuransi yang meskipun sudah ditolak, masih saja terus mempromosikan produknya. Parahnya lagi, agen ini terkesan memaksa targetnya hingga mau mendaftar baru agen tersebut akan berhenti. Hal ini tentu saja akan membuat targetnya menjadi kesal. Akibatnya, banyak orang yang cenderung akan menolak begitu saja tanpa memberi kesempatan agen asuransi untuk bicara atau menjelaskan mengenai produknya.

  • Menghubungi terus

Ada beberapa perusahaan yang menyebarkan kontak targetnya pada beberapa agen asuransi. Akibatnya, baru saja target tersebut menolak tawaran produk dari satu agen asuransi, sudah dihubungi oleh agen asuransi lainnya. Target tidak akan peduli apakah agen asuransi yang menghubungi sama ataukah berbeda, yang dia tahu hanyalah agen dari perusahaan yang sama menghubunginya berulang kali. Akibatnya, target akan merasa sangat terganggu dan bahkan mungkin akan memilih untuk menghindar setiap kali dihubungi oleh pihak asuransi.

Memang, semua agen asuransi pasti memiliki target minimum yang harus terpenuhi selama periode tertentu. Namun, bukan berarti karena ingin memenuhinya lalu bisa mengganggu dan merugikan orang lain, kan? (Vita)

Leave a Reply