air radiator

4 Jenis Cairan Radiator Mobil

Siapa bilang punya mobil itu mudah. Kalau kamu punya orang khusus yang bertugas untuk merawat mobilmu, mungkin memang mudah. Kamu jadi tidak perlu berpikir mengenai masalah ganti oli mobil, ataupun perawatan lainnya karena orang tersebutlah yang akan mengurus semuanya. Bahkan kamu mungkin juga tidak tahu hal yang menandakan oli mobil harus diganti. Namun sebenarnya, akan lebih baik jika kamu juga tahu cara merawat mobil dan memilih komponen atau apapun yang dibutuhkan oleh mobilmu, tidak hanya oli saja, tetapi juga cairan pendingin atau yang biasa disebut cairan radiator.

air radiator
Source: pakwheels

Dari namanya, pasti kamu sudah tahu dong fungsi dari cairan ini? Ini adalah cairan yang dimasukkan ke dalam tangki radiator dan berfungsi untuk menjaga suhu mesin agar tetap stabil sehingga mobil tidak mengalami overheat. Ada beberapa jenis cairan radiator yang bisa kamu pilih untuk mobil kesayanganmu, di antaranya:

  • Air biasa

Ini adalah cairan yang banyak digunakan oleh para pemilik mobil. Sebab, cairan ini adalah yang paling mudah ditemukan dimanapun dan tentunya, harganya sangat murah. Air biasa artinya kamu bebas menggunakan air ledeng maupun air mineral untuk mengisi radiatormu. Keuntungannya, kamu akan bisa mengisi radiator kapanpun dan dimanapun ketika mobil mengalami overheat akibat cairan radiator yang kurang. Namun, air biasa memiliki titik didih yang rendah sehingga kurang baik untuk proses pendinginannya. Selain itu, air biasa, khususnya air ledeng, memiliki sifat yang dapat mempercepat proses karat.

  • Radiator coolant

Radiator coolant adalah salah satu yang cukup banyak digunakan oleh pemilik mobil yang merasa bahwa penggunaan air biasa untuk radiator kurang baik untuk mesin mobilnya. Alasannya, karena radiator coolant ini memiliki tingkat kekentalan yang pas sehingga tidak perlu dicairkan terlebih dahulu. Selain itu, titik didihnya lebih tinggi dari air biasa, yaitu mencapai 118 derajat celcius. Hanya saja, penggunaannya cukup boros karena tidak dicampurkan dengan air.

  • Radiator Super Coolant

Jika kamu orang yang tidak suka ribet, mungkin akan merasa repot dengan penggunaan cairan radiator ini. Sebab, radiator super coolant harus dicairkan terlebih dahulu sebelum digunakan, dengan perbandingan 50:50. Untuk pengencernya sendiri, kamu bisa menggunakan air. Namun, cairan radiator ini memiliki titik didih yang cukup tinggi, yaitu 130 derajat celcius.

  • Antifreeze dan Coolant Protector

Sama halnya dengan radiator super coolant, cairan radiator ini juga harus dicairkan. Hanya saja, perbandingannya akan menyesuaikan iklim dari lokasi kendaraan tersebut berada. Untuk iklim tropis seperti Indonesia, disarankan untuk melakukan pencampuran air dengan perbandingan 50:50, dan cairan radiator ini memiliki titik didih hingga mencapai 128 derajat celcius.

Jika kamu bertanya, mana jenis yang paling cocok untuk mobil kesayanganmu, maka jaawabannya mungkin tidak pasti. Semua tergantung pada kondisi mobilmu sendiri, bagaimana perawatan yang kamu lakukan, jarak tempuh, dan kandungan yang terdapat pada cairan radiator itu sendiri. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *